Komnas HAM menilai baik calon
presiden nomor urut 01, Joko Widodo maupun capres nomor urut 02, Prabowo
Subianto memiliki komitmen untuk tetap mempertahankan ideologi Pancasila.
"Baik 01 dan 02 memiliki
strategi untuk menanamkan nilai-nilai Pancasila dalam sistem pendidikan
semenjak dari pendidikan dasar sampai perguruan tinggi,” kata Ketua Komnas HAM
Ahmad Taufan Damanik di kantornya, Jakarta, Senin (1/4).
Sementara pada tema pemerintahan
terlihat perbedaannya. Jokowi lebih
menekankan pentingnya penguasaan teknologi informasi seperti e-budgeting,
e-procurment dan e-goverment.
Sedangkan rivalnya, Prabowo
menggarisbawahi tentang aplikasi single identification number melalui KTP-el
untuk semua layanan publik.
Perbedaan pandangan kedua capres
lebih mencolok lagi ketika masuk tema pertahanan dan keamanan.
Jokowi mengklaim dengan anggaran
pertahanan sebesar Rp 107 triliun ditambah membangun pangkalan-pangkalan
militer di titik perbatasan negara sudah cukup untuk menjaga kedaulatan NKRI.
Sebaliknya dengan capres 02 yang
menilai anggaran Rp 107 triliun untuk pertahanan terlalu kecil.
Prabowo menganggap anggaran
sebesar lima persen dari APBN atau 0,8 persen dari GDP tidak proporsional,”
kata Damanik.
Prabowo lebih kompehensif dalam melihat sistem pertahanan negara, baik dari sisi kekuatan tempur, persenjataan dan perkembangan masa depan. [dhn]
IDHAM ADHARI
http://www.rmolbanten.com/read/2019/04/01/7199/Debat-Jokowi-Vs-Prabowo,-Ini-Catatan-Komnas-HAM-